Sabtu, 16 Februari 2019

16 Februari 2019

Assalammualaikum, Nak...


Terhitung tanggal 13 januari 2019 lalu, kamu resmi menjadi seorang kakak. Alhamdulillah, maa sya Allah, tabarakallah. 
Dan sejak saat itu kesibukan ambu semakin bertambah. Padahal, banyaaak banget yang mau ambu tuliskan tentang kamu sejak kelahiran dd Muadz. Tapi sering kali niatan untuk menulis itu berujung pada kata lupa karena begitu lelahnya ambu..hehehe. Lagi-lagi, maafkeun Ambu ya, Nak..😘

Alhamdulillah, segala rasa syukur harus ambu panjatkan kepada Allah. Karena kamu yang sudah kembali sehat dan nafsu makannya juga sudah kembali lagi. Setelah minggu kemarin kamu sempat ngedrop. Efek demam tinggi, lidah yang kegigit sama kamu berujung dengan sariawan, dan gigi taring atas kiri kanan yang mau keluar terjadi bersamaan membuat kamu lemas gk nafsu makan, dan akhirnya pun membuat ambu pusing nan galau. Khawatir kamu kenapa-kenapa. Karena hanya susu yang bisa kamu terima..

Tapi alhamdulillah itu sudah berlalu, dan sekarang kamu sudah jauh lebih baik. Sudah kembali ceria, dan aktif lagi. Sehat selalu ya nak.

Oh ya,, walau kamu masih kecil dan kata orang kamu belum ngerti dengan yang namanya punya adik, tapi ambu abah bersyukur, kamu bisa diajak kerja sama untuk sayang dengan dd muadz, tidak menjahili muadz sampe yang gimaaanaaa gitu. Hehehe. Terkadang kamu memang gemas sama muadz, tapi Alhamdulillah masih bisa dikontrol.. 

Selalu sayang dengan aa mursyid, dd muadz juga ambu abah ya nak..
Tetap lah jadi anak sholeh nan cerdas.. dan gunakan selalu kecerdasan Kamu untuk hal hal yang baik ya sayang..

Senin, 07 Januari 2019

7 Januari 2019

Assalammualaikum, Nak...
Ya Allah.. lamaaa banget rasanya ambu gak tulis perkembangan kamu sayang. 😥
Maafkeun Ambu yaa! Ambu terlalu menikmati setiap moment dan perkembangan kamu. Sampai rasanya Ambu bingung tiap kali harus menuliskan tentang kamu. Hehehe..
Tapi malem ini, ambu mau rekam semua perkembangan kamu dalam tulisan ini.

Alhamdulillah. Rasa syukur tak bertepi selalu Ambu ucapkan kepada-Nya karena telah mengirimkan dan menitipkan anak secerdas kamu.

Di usiamu yang baru 520 hari, alias 17 bulan, banyaaaak sekali perkembangan yang Ambu rasakan dan lihat sendiri. Mulai bertambahnya gigi-gigi kamu, sampai pinternya kamu mengikuti ucapan Ambu. Hehehe.

Alhamdulillah, gigi geraham atas bawah sudah tumbuh hampir semuanya. Dan ketika geraham-geraham itu tumbuh, gak ada drama mogok makan atau apapun yang kamu berikan sebagai reaksi dari sakitnya tumbuh gigi. Semua berjalan santai dan begitu saja. Seperti tak ada rasa sakit yang kamu rasakan. Alhamdulillah. Dengam gigi yang semakin banyak kamu miliki, makan pun terasa lebih mudah untuk mengunyah ya, Nak?

Secara kemampuan verbal pun, Alhamdulillah kamu terhitung baik. Mulai bisa meniru kalau Ambu ajarkan. Yang baru-baru ini kamu tiru adalah pengucapan huruf "dza". Kamu juga sudah mulai bisa menyebutkan, "dua, tiga, bobo, mau bobo, mum, mam, dede, hai," dan yang sudah fasih banget kamu ucapkan sejak bulan kemarin adalah "Allah, ummi, ambu, abah, ayah, abang, aa"
Bahkan, kalau diajak ngomong sama Ambu, kamu seperti sudah sangat paham. Apalagi kalau soal mandi. Kalau kamu mpup terus Ambu bilang, "ayo kita ke kamar mandi, bersihin dulu bekas mpupnya." Kamu langsung bangun dari duduk dan berjalan ke arah kamar mandi. 😄
Lalu, tadi maghrib. Saat selesai adzan Ambu bilang, "ayo aA Muflih, solat dulu nak."
Kamu pun langsung duduk di atas kasur, lalu tangannya bertakbir sambil kamu bilang, "Allaaah.." dan setelah itu mulut kamu komat kamit seolah sedang membaca bacaan solat. Hahaha. Gemasssshh banget Ambu melihat kamu seperti itu, Nak.

Kamu juga lagi senang meniru gerakan silat aA Mursyid. Apa yang aa Mursyid lakuin, pasti diperhatikan lalu kamu tiru. Dan Maa Sya Allah banget, kamu ini terhitung cepat mengikuti. Makanya Ambu dan Abah bilang kamu ini cerdas, Nak. Alhamdulillah. Allah Maha Baik kepada mu sayang... Allah telah memberikan kecerdasan seperti ini kepadamu, semoga sampai kamu besar nanti, kecerdasan mu ini bisa kamu manfaatkan dalam hal-hal yang baik-baik. Dalam hal menegakkan kalimat tauhid, membela agama Allah, dan menyebarkan segala sesuatu yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratmu.

Amiiin..

Terlalu banyak untuk ambu kisahkan semua tentangmu, Nak. Tapi paling tidak, semoga yang telah Ambu tuliskan di atas itu cukup mewakili. Dan ingat, semua yang Ambu tuliskan ini bukan untuk membuat mu sombong saat kamu membacanya, tetapi harus menjadikan kamu hamba yang semakin bersyukur.

Salam penuh cinta dan sayang
Dari Ambu dan abah.


Minggu, 09 Desember 2018

9 Desember 2018

Maa Sya Allah. Alhamdulillah.
Hari ini Ambu dan Abah bahagiaaaa sekali. Karena akhirnya apa yang diharapkan menjadi nyata!

Sebulan menjelang adikmu lahir, akhirnya langkah kakimu semakin lancar. Kaki mu semakin kuat. Kamu pun semakin aktif luar biasa. Seolah menemukan mainan baru. Kamu teruuus berjalan di dalam rumah ummah. Dari kamar umah, ke ruang tengah, lalu ke dapur, ke kamar umah lagi, lalu keluar lagi. Teruus seperti itu hampir seharian ini. Kamu akan diam setelah benqr-benar lelah, atau saat kamu tidur. Hahahaha.

Bahagia ya, Nak rasanya sudah bisa jalan bahkan sedikit berlari?? Hehehe. Ambu Abah juga bahagia banget lihat kamu sudah bisa berjalan seperti ini. Walau tugas kami tentu semakin ekstra untuk menjaga kamu, tapi kami sangat bahagia!

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.
Semua ini pun tak lepas dari pertolongan Allah, Nak. 
Allah sangat baik ya, nak. Karena telah mengabulkan apa yang Ambu Abah harapkan.

Sehat terus yaa sayang. Terus lah langkahkan kakimu, hingga kelak kau besar nanti langkahkan kakimu untuk selalu berjalan dijalan-Nya. 

Terimakasih untuk kebahagiaan yang telah kau berikan untuk Ambu Abah hari ini, Nak.

Kami mencintaimu karena Allah.
Semoga kamu selalu dalam lindungan-Nya, juga berlimpah keberkahan dari-Nya.

Sabtu, 01 Desember 2018

Menemani Aa Sunatan

Hari ini, kita pergi nemenin Aa Mursyid sunatan di Klinik Ungu punya Uwa Idan, di daerah pondok gede. Alhamdulillah, Muflih ditemani Ummah anteng luar biasa. Walau tadi di jalan pulang Muflih sempat merengek minta dipangku juga sama AMbu. Padahal, Ambu lagi mangku Aa Mursyid yang lagi kesakitan. Tapi Alhamdulillah, Muflih mau nurut sama Abah. Sampai akhirnya tadi Muflih pun tidur di pangkuan abah selama perjalanan pulang.

Niat ambu, tadinya mau sekalian Muflih juga di sunat. Tapi, setelah dipikir-pikir, kayanya Muflih nanti dulu deh. Hehehehe. Ambu enggak tega rasanya kalau Muflih di usia sekarang harus disunat juga. Hahahha..

Dan Ambu kasian juga melihat Muflih yang dari tadi mau main sama Aa, tapi Aa Mursyidnya masih ngerasain sakit. Jadi mau gak mau, Muflih main sama AMbu atau sama kakak santri deh. Maaf ya, Nak. Moga-Moga besok Aa Mursyid sudah jauh lebih baik, jadinya bisa main lagi sama Muflih. Amiiiiin.

Ah ya, AMbu mau cerita. Tadi pagi, Ambu senaaaaaang banget lihat kamu sama Aa Mursyid main perosotab dengan kasur yang disenderkan ke meja yang di bawah jendela. Mendengar suara kamu dan Aa Mursyid tertawa, Ambu dan Abah jadi ikutan tertawa. Hahaha. Bahagia itu sederhana dan simpel sekali bagi Ambu. Melihat kalian sebahagia, seakur, dan sekompak itu saja sudah membuat Ambu dan Abah merasa bahagiaaaaa luaaarrr biasa!!

Teruslah ceria seperti ini ya, Nak.
Dan teruslah akur sama Aa Mursyid dan kelak sama Adikmu ya, sayang.

Sekitar enam minggu lagi kamu bakal jadi kaka lhooo....!!

Bismillah, semoga Muflih bisa menjadi Kaka yang baik untuk adiknya nanti ya, Sayang. Amiiiiiin.

Jumat, 16 November 2018

Langkah Kaki

16 November 2018, Jumat

Pagi ini ambu bahagiaaaa banget dikasih kejutan sama Muflih. Kejutan berupa langkah kaki Muflih. Walau belum banyak, jauh, dan lancar, tapi ambu bahagiaaa banget melihat Muflih mau berusaha untuk berjalan. Saat jatoh, Muflih semangat untuk bangun lagi, mencoba lagi. Dan terus berulang sampai lima kali. Ambu bahagiaaaa banget lihatnya. Seperti dikasih hadiah yang luar biasa. Dan kebahagiaan ini enggak bisa ditukar dengan materi sebanyak apapun! 

Ya! Karena kebahagiaan bagi ambu sangatlah sederhana. Melihat setiap perkembanganmu dari waktu ke waktu, adalah sumber kebahaguaan tersendiri untuk ambu. 

Mendengar kamu yang mulai jelas memanggil "ambu" sampai sekarang melihat kamu mau berlatih berjalan, rasanya Maa Sya Allah banget! Alhamdulillah, Ambu bisa menjadi orang pertama yang selalu hadir dan ada di setiap perkembangan kamu, Nak. 
Bahkan Ambu enggak mau melewati sedikitpun perkembangan tentang kamu. Ambu masih akan terus bersabar menanti langkah demi langkah dari kaki mungilmu, Nak. Menanti kamu yang lancar berjalan bahkan kelak berlari dengan kedua kakimu yang kecil namun kuat. Ambu berharap, saat adikmu lahir nanti, kamu sudah mampu berjalan dengan lancar, tanpa harus berpegangan dan bantuan dari orang lain lagi. Semoga harapan ambu segera terwujud. Amiiiin.

Terimakasih untuk kejutan dari mu hari ini ya, Nak.. 😊😊

Jumat, 02 November 2018

Tumbuh Gigi Lagi


Assalammualaikum, Nak. Bagaimana kabarmu hari ini sayang?
Semoga selalu sehat dan bahagia...

Sebahagia Ambu hari ini. Sebenarnya sih dari kemarin Ambu mau menuliskan kebahagiaan ini. Ambu bahagia karena ambu tau dan ambu melilhat kamu mulai tumbuh gigi lagi. Gigi bawahnya mau nambah lagi satu di sebelah kiri. Alhamdulillah. Itu artinya, kamu akan semakin enak mengunyah makanan. Walau akhir-akhir ini nafsu makan kamu sebenarnya bikin ambu sedih juga. Karena agak susah. Oh, mungkin efek mau tumbuh gigi kali ya...? Jadi kamu enggak nyaman ngunyah makanannya. Hiks.. :(

Tapi enggak apa-apa, semoga fase ini cepat berlalu ya, Nak. Dan kamu mau lagi makan yang banyak. Biar sedikit berisi lagi badannya. Hehehehe.

Yang terpenting sih, kamu selalu sehat dan bahagia. Seperti hari ini. Ah, rasanya melted banget lihat senyum kamu yang menawan itu.

Oh ya, kamu sampai hari ini pun masih berjuang untuk belajar jalan lho..!

Ayo nak!! semangat!!
Semoga sebelum adikmu lahir, kamu udah bisa jalan. Amiiin.



Photo Of the Day ↓↓↓

















Kamis, 25 Oktober 2018

Mencari Abah

Assalammualaikum, Nak...

Hari ini, ada kejadian paling mengesankan bagi Ambu di antara kejadian demi kejadian yang kamu ciptakan. Hehehehe.
Yaitu, sore tadi. Kamu mencari Abah. Ambu anggap itu adalah bagian dari sikap kamu yang lagi kangen Abah karena seharian enggak ketemu dan enggak main sama Abah. Karena Abah lagi disibukkan dengan tanggung jawabnya. 
Saat sore tadi, kamu dengar suara pintu terbuka, refleks kamu langsung manggilin Abah sambil melihat ke arah pintu. Ambu bilang, "Itu bukan abah, Nak. Itu suara pintu kebuka karena angin." 
Tapi kamu tetap mengira itu Abah. Akhirnya kamu merangkak dari ruang tengah ke kamar. Sampai di kamar, kamu melihat ke arah pintu dapur, lalu tengok kiri kanan sambil terus memanggil Abah. Lalu ambu bilang lagi, "Itu bukan Abah, Sayang. Itu tadi suara pintu yang kedorong angin." Kamu pun akhirnya berbalik arah menghampiri Ambu lagi. 
Dan itu terulang lagi saat kamu mendengar suara pintu lagi. Kamu mencari abah, dan menunggu Abah. Ah, Nak. kamu nih. lengket banget sama Abah. ^^

Enggak kerasa, kamu semakin besar dan sudah semakin mengenal kami Ambu dan Abahmu.

Bahkan, tadi saat ambu tanya kamu, "Muflih mau bobo sama ambu apa abah?"
kamu jawab, "bobo, Bah." Okeh, itu ambu terjemahkan "mau bobo sama abah." dan Kamu benar-benar tunggu abah dateng untuk bisa tidur. Maa Syaa Allah, Nak. segitunya kamu merindukan abah? Hehehhe. 

Tingkah kamu itu benar-benar membuat ambu bahagia banget hari ini. 

Sehat selalu dan teruslah tumbuh menjadi anak yang cerdas nan sholeh ya, sayang... 

Photo of the day..↓↓↓




good night my baby boy,,, :)