Selasa, 13 April 2021

Ikutan Puasa

بسم الله الرحمن الرحيم


Hai Muflih anak Ambu Abah yang sholeh.
Hari ini adalah hari ke dua Ramadhan, Ambu, Abah, dan Aa Mursyid mulai menjalankan ibadah puasa. Aa Mursyid masih tahap belajar memang. Dan kamu, belum Ambu ajak untuk ikutan sahur dan puasa. Karena usia kamu masih kecil. Tapi, Ambu dan Abah tidak mengira kalau ternyata kamu mau juga ikutan puasa. Walhasil, hari ini kamu Ambu ajarkan untuk berpuasa, walau Ambu tidak memaksa kamu harus kuat sampai jam tertentu. Tapi paling tidak kamu mulai kenal dan belajar pelan-pelan.

Ambu Abah, sadar betul kalau kamu memiliki keunikan tersendiri. Kamu berbeda dengan aa Mursyid, tapi itu tidak mengurangi rasa cinta dan kasih sayang kami ke kamu.

Di usia mu sekarang, kamu masih minim baca Iqro, tapi sudah kenal sampai ke huruf س itu sudah menjadi hal yang membahagiakan untuk kami.

Menjadi apapun kelak kamu saat besar nanti, Ambu dan Abah hanya meminta satu hal yang terpenting, Jadilah seorang hamba yang baik dimanapun kamu berada. 

Sabtu, 13 Maret 2021

Alhamdulillah Sudah Sunat!!

foto tadi malam sebelum tidur
Alhamdulillah, hari ini tepatnya pagi tadi, jam 06.00 anak Ambu Abah yang sholeh ini sudah menjalani proses sunat. Sudah di duga, kamu akan histeris, nangis, dan kesakitan. Tapi itulah bagian dari proses yang memang harus dihadapi dan dijalani. Karena ini memang sudah kewajiban kita sebagai muslim. 

Alhamdulillahnya, untuk proses sunat tadi dokternya bisa dipanggil ke rumah. Jadi kita tidak perlu capek-capek berangkat ke klinik atau rumah sakit untuk sunat. So, tadi proses sunat berlangsung di kamar kamu Nak. Dan tadi dokter bilang, Alhamdulillah kamu disunat sekarang, kalau ditunda lebih lama lagi khawatir akan terjadi hernia sama kamu, Nak. Karena ada pelengketan di kulup penis kamu. Ah, Ambu Abah bersyukur banget karena Allah kasih izin untuk melaksanakan sunat ke kamu sekarang.

Sekarang tinggal kita bersabar menjalankan proses pemulihannya ya, sayang. Oh ya, Alhamdulillah tadi kamu pun dapat hadiah dari Ummah. mobilan sedan yang bisa berubah jadi bumble bee warna kuning. Kamu happy banget. Bahkan tadi kamu mau turun kasur untuk main mobilan itu bareng aa Mursyid. Karena Aa Mursyid dan Muadz pun dikasih kado sama ummah. Hahaha. Walaupun kamu belum begitu yakin dan berani bisa jalan sendiri, tapi bagi Ambu kamu hebat. Mau turun kasur, jalan pelan-pelan, dan duduk di lantai untuk bisa lihat mainan mobilan itu bareng-bareng sama aa Mursyid dan Muadz.

Muflih hebat, muflih kuat, muflih sholeh, Maa Sya Allah...




 

Jumat, 25 Desember 2020

Liburan ke Pangandaran

 

بسم الهه الرحمن الرحيم

Haik anak-anak Ambu Abah yang sholeh. Bagaimana kabar kalian saat baca tulisan ini?


Ambu Abah selalu berharap kalian dalam keadaan sehat dan selalu bahagia.

Malam ini, Ambu Abah mau sedikit cerita ke kalian, kalau hari ini adalah hari pertama kita liburan di Pangandaran tahun ini. Setelah setahun enggak ketemu eyang, akhirnya sekarang kita ketemu dan bisa kumpul lagi sama eyang.

Alhamdulillah wa syukurillah, banyak-banyak syukur harus Ambu Abah ucapkan karena memiliki anak-anak yang sholeh da pintar diajak kerja sama seperti kalian. 

Kenapa??

Karena kemaren, selama perjalanan dari rumah ke Bandung, dan dari Bandung ke Pangandaran enggak ada drama yang heboh dan bikin kepala pusing. Hehehe. Kalian anteng luar biasa. Sangat bahagia menikmati perjalanan yang jauhnya luar biasa ini. Diajak makan dimobil juga nurut, ngemil juga mau, minum madu pun oke, Alhmdulillah banget deh pokonya!

Hari ini,  hari pertama di Pangandaran. Seperti biasa, hari pertama kalau di rumah Eyang adalah nguras kolam ikan. 😄😄

Muadz udah turun duluan ke kolam, entah bagaimana, Muadz pun minta naik duluan. Keliatan antara kedinginan sama ketakutan ngeliat ikannya banyak banget. 😄😄. Kalau Mursyid dan Muflih, duh, jangan di tanya deh! Heboh bin betah banget nemenin eyang di dalame kolam. Sambil mencoba ngambil ikannya dengan tangan sendiri.

Setelah bershinin kolam ikan, kalian mandi. Setelah mandi malah main perang pasir di depan rumah eyang. 😆😔

Sebenarnya hal ini sudah ketebak jauh hari sebelum kita pergi ke sini. Melihat kebiasaan amin kalian di ponpes. Selalu mengeksplore apapun yang kalian mau tahu. Berani mencoba, itulah kalian bertiga. Maka, tadi pagi melihat kalian main seperti itu, ya enggak heran juga.

Siangnya, kita jalan kaki ke belakang, ke arah stasiun, demi beli mie ayam kampung yang lagi ambu mau banget. Hehehe. Dan hebatnya kalian ikut jalan kaki pulang pergi, dan kalian ikutan makan mie ayamnya sampai habis.

  Sore tadi, Mursyid dan Muflih ikut Abah dan Eyang ke balong, buat mancing. Tapi, sayanganya gak dapet ikannya. Hehehe. Muadz, di rumah sama Ambu, main sampe ketawanya Muadz heboh banget. 😄😄😂

Saat Maghrib tiba, kita solat bareng-bareng. Setelah solat Mursyid baca iqro, lalu AMu baca Iqro, dan setelah itu Ambu suapin kalian makan pakai ayam tepung asam manis masakan Abah. Setelah itu kalian makan ayam bakar buatan Eyang Uti. 😄. Kalau kata Muadz "Nenek, ayam enak." Bukan manggil Eyang Muadz mah. Haha. Dan Setelah itu, kalian masuk kamar, dan tiduuurrr

Alhamdulillah banget Ya Allah..

Benar-benar Ambu Abah banyak bersyukur melihat kalian sesholeh ini. 

Terimakasih ya sayang. tetaplah menjadi anak-anak Ambu Abah yang sholeh ya, Nak..😘😘



 



Sabtu, 05 Desember 2020

Sepeda Baru

 Bismillahirrahmannirrahim…

Hai anak-anak Ambu Abah.

Siapa ya yang dari kemaren ngerengek minta beliin sepeda??

Mursyiiiiiiddd dan Mufliiih!

Sejak melihat Abang dan Tsaqifa punya sepeda, Ambu Abah tahu betul kalau kalian juga kepengen banget punya sepeda. Beberapa kali kalian meminta, tapi Ambu Abah tidak mau langsung menuruti apa yang kalian minta. Kenapa?? Karena Ambu Abah ingin kalian belajar sabar, dan belajar berjuang lebih dulu. Ambu Abah ingin kalian tahu dan mengerti bahwa apa-apa yang kita minta tidak bisa langsung begitu saja kita dapatkan. Walhasil, selama ini kamu belajar gowes sepeda pinjam pake sepeda tsaqifa. Sampai akhirnya kemaren kalian merengek ingin punya sendiri.

Karena kalian punya tabungan, Ambu Abah menawarkan untuk beli sepeda pakai uang tabungan kalian masing-masing. Alhamdulillah kalian setuju. Saat AMbu buka celengan kalian masing-masing, dan Ambu hitung, jumlah nya lumayan fantastis banget! Masing-masing dari celengan kalian berisi 2.750.000

Alhamdulillah banget!

Akhirnya, kemarin, pulang mancing, kita beli sepeda di cibinong. Sepeda Aa Mursyid harganya 800.000 dan sepeda Muflih harganya 650.000, masing-masing kalian bayar pakai uang dari celengan kalian masing-masing.

Ini adalah benda pertama yang kalian beli pakai uang sendiri. Alhamdulillah ya, Nak.

Semoga suatu saat nanti, saat kalian ingin sesuatu kalian bisa mendapatkan kembali dengan hasil usaha kalian sendiri.

Amiiiiin..






 

Family Time dengan Mancing

Bismillahhirrahmannirrahim

 

Hai, anak-anak Ambu Abah yang sholeh, bagaimana kabarmu saat baca ini, Nak?

Ambu Abah berharap kalian dalam keadaan sehat, dan selalu bahagia.

 

Malam ini, Ambu Abah mau cerita sama kamu.

Hari ini, kita menghabiskan waktu dengan sangat bahagia. Karena hari ini, kita semua pergi ke kolam pemancingan yang biasa Abah mancing. Beberapa kali pun Abah pernah mengajak Muflih dan Mursyid ke sana. Dan kali ini, hari ini, Ambu serta Muadz ikut bersama.

Seru!! Rame! dan Happy banget!!

Ambu bahagia banget bisa melihat kalian sebahagia tadi. Walau ikan yang kita dapatkan tidak terlalu banyak, tapi hari ini, family time kita memberikan banyak pelajaran kepada kalian.

Dengan kegiatan mancing tadi, kita belajar bagaimana harus bersabar. 

Beberapa kali Mursyid, Muflih sedikit mengeluh "Mana sih ikannya?? Ko gak dapet-dapet?" tapi di situlah Mursyid dan Muflih belajar untuk lebih bersabar menunggu, dan belajar bahwa segala sesuatu butuh perjuangan dan usaha kerja keras agar apa yang diinginkan menjadi tercapai.

Kita juga belajar ikhlas. 

Saat si ikan sudah nyangkut di kail, siap untuk kita ambil, tetapi belum sampai di tangan, si ikan sudah terlepas sendiri dari si kail nya, dan ikan tersebut pun pergi lagi ke tengah kolam. Di situlah Mursyid Muflih belajar bagaimana ikhlas melepaskan apa yang belum menjadi rejeki kita. Padahal Mursyid dan Muflih sudah berusaha untuk menggulung benang pancingannya agar si ikan bisa di bawa. Tapi ternyata sama Allah belum diijinkan. Maka Mursyid Muflih belajar ikhlas. Walau Ambu Abah tahu kalian sedih dan kecewa ketika si ikan lepas lagi. Tiga kali gagal seperti itu cukuplah jadi pembelajaran berharga buat kalian. Setelah sedih dan kecewa, hebatnya kalian tidak berhenti mencoba lagi.

Kita juga belajar BERSYUKUR

Nak, Dalam hidup ini tidak semua apa yang kita inginkan terwujud dan tercapai. Salah satu cara untuk kita tetap bahagia di saat apa yang kita inginkan, kita impikan belum tercapai adalah dengan cara Bersyukur! Hari ini, dengan kegiatan mancing ini kalian belajar, bagaimana kalian harus bersyukur dengan banyak atau sedikit, besar atau kecil ikan yang kita dapatkan.

Semoga kegiatan hari ini bisa kalian kenang dan kalian ingat dan kalian ambil hikmahnya sampai kapanpun.

 Ambu Abah sayang kalian, Nak.

Tumbuhlah selalu menjadi anak-anak yang sholeh, yang taat kepada Allah, rajin dalam ibadahnya, dan semoga kelak Mursyid, Muflih, dan Muadz menjadi orang yang bermanfaat untuk orang banyak.

 

Salam peluk cium penuh cinta dari Ambu Abah 💓😘😘 


Klik disini untuk lihat video mancing kita hari ini.

 








 


Kamis, 26 November 2020

Ke Kuntum Farm Field

 

Bismillahirrahmannirrahiim…

Hai Nak. Ambu Abah tau hari ini adalah hari yang paling ditunggu sama kalian sebenarnya. Karena hari ini seharusnya kita ke Bandung. Kita bisa ketemu sama eyang, tante dan  juga om. Dan momen ke Bandung ini adalah hal yang paling kalian tunggu sejak bulan kemarin. Tapi ternyata, agenda ke Bandung harus dibatalkan. Karena ada satu dan lain hal.

Kecewa dan sedih. Itulah yang kalian rasakan. Walhasil, sebagai penebus rasa kecewa dan sedih kalian, Ambu Abah mengajak kalian untuk jalan-jalan. Aa Mursyid memilih Kuntum Farm Field sebagai tujuan kita hari ini,

Alhamdulillah, kalian happy banget!! Karena memang sudah lama banget kita gak ke sini, dan akhirnya kita bisa ke sini lagi. Kalian berani memberi makan binatang-binatang yang ada di sana. Memberi makan kelinci, ikan, kambing, sapi, dan juga ayam. Tapi Muadz takut sama kambing-kambing dan sapi. Hahaha.

Hari ini Alhamdulillah seru, menyenangkan, dan juga melelahkan sekali. Walau aa Mursyid sebenarnya masih belum puas, karena maunya sampai sore di Kuntum, tapi Ambu Abah udah capek dan laper. Walhasil sebelum sore kita sudah pulang. Dan sebelum pulang kita mampir dullu ke GoGrillAh. Makan disana sampai kenyaaaaang!! Alhamdulillah.

 

 Lihat video kita saat ke kuntum disini ya...

Foto lengkap perjalanan kita hari ini ada disini

 


















 

Jumat, 18 September 2020

18 September 2020

 


Bismillahirrahmannirrahiim.


Hai nak ambu abah yang sholeh, apa kabar mu saat ini nak?
Semoga kamu selalu baik dan bahagia, selalu berada dalam keimanan islam yang semakin kokoh.

Nak, akhir-akhir ini Ambu bingung banget sama kamu. Kamu semakin hari semakin gak mau jauh dari Ambu dan Abah. Tiap kali ambu gak ada di dekat kamu, kamu pasti nangis. Tiap kali abah gak ada kamu terus cariin abah. Kenapa Nak?

Bahkan, untuk salat aja kadang kamu tangisi Ambu agar gak solat. Agar selalu gendong kamu, di dekat kamu, main sama kamu. Kamu kenapa, Nak?

Sikap kamu subhanallah menguji kesabaran kami.
Dan maafkan Ambu yang terkadang tak sabar menghadapi kamu yang rewel. 😢🥺🙏🏻
Mungkin kamu hanya takut kehilangan kami, ya kan?

Kamu semakin ke sini Alhamdulillah semakin sholeh. Sudah mau ikutan aa dan abah solat ke masjid, mulai ikutan aa baca iqro, walau masih sebatas ا،ب،ت،ث  tapi ambu bahagiaaa banget melihatnya. Kamu pun semakian hari semakin senang menulis. Tiap kali Ambu ngajar, kamu selalu mau ikutan nulis di papan tulis juga. Atau, kalau gak nulis di papan tulis, kamu minta kertas dan pulpen. Dan kamu anteng banget corat coret.

Karena Ambu melihat kamu begitu tertarik dengan kegiatan menulis, akhirnya beberapa hari lalu ambu belikan kamu meja belajar lipat seperti punya aa. Ambu juga belikan kamu tempat pensil, lengkap dengan pensil, penghapus, pengraut, dan penggarisnya, juga ambu belikan kamu buku tulis. Agar kamu semakin sering menulis. 😊

Melihat kamu yang seperti ini seringkali memunculkan harapan dalam hati ambu, semoga kelak kamu bisa menjadi penulis hebat di Indonesia ini. Karya tulismu selalu best seller di setiap toko buku. Aaamiin. Semoga harapan ini kelak Allah jawab.

Teruslah tumbuh menjadi anak yang sholeh ya, Nak. 🥰😘
Ambu Abah selalu sayang Muflih.


Salam peluk cium penuh sayang selalu untuk Muflih. 😊🥰😘